Facebook Akan Beri Tanda Khusus untuk Berita Hoax  

Resor ski Zermatt di negara Swis jadi latar lokasi paling terkenal dalam berita bohong perkara kematian artis. Hari kamis (18/10), di twitter ramai kabar perkara kematian actor Arnold Schwarzenegger karena sebuah kecelakaan snow boarding di area itu. Tapi berita ini terlanjur di anggap hoax, hingga tak menimbulkan kehebohan seperti sebelumnya.

Fb akan bekerja sama dengan Poynters International Fact-Checking Network untuk dapat memberangus berita-berita palsu ataupun hoak yang diupload oleh pemakai Fb.

“Saya bertanggung jawab untuk menurunkan penyebaran berita palsu di platform saya,” jelas Adam Mosseri, Wakil Presiden Pengembangan Product Fb pada The Washington Post.

Mosseri berkata media sosial tetap di harapkan menjadi area untuk orang-orang untuk mengekspresikan diri. Tapi, dia tidak hendak media sosial di gunakan untuk mengakomodir kepentingan-kepentingan kelompok tertentu.

Mosseri menjelaskan sistem terbaru ini akan bekerja seperti ini: di Fb beredar kabar kalau ada seorang selebriti meninggal, padahal tetap hidup. Maka pemakai Fb akan mendapatkan pernyataan bahwa cerita itu diperdebatkan ataupun tak. Orang-orang yang ingin mencoba berbagi cerita palsu pun juga akan bisa melihat peringatan sebelum nanti mereka mengunggahnya